Info Wisata Pura Tanah Lot Bali

Tanah Lot adalah tempat wisata Bali yang selalu ramai dikunjungi. Selain Pura Uluwatu, tempat ini juga sangat bagus untuk melihat view sunset. Ketika berkunjung kesini, kamu akan temui 2 pura yang terletak diatas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Jadi bagi kamu yang berlibur ke Bali, Pura Tanah Lot adalah wajib untuk dikunjungi.

Harga Tiket Masuk Tanah Lot Bali

Ketika akan memasuki pintu gerbang ticketing di Tanah Lot, kamu akan dikenakan biaya masuk + parkir kendaraan. Jadi sekalian bayar. Seperti pengalaman mimin Balipedia, kami masuk berdua menggunakan kendaraan roda 4, ternyata ditagih Rp 25.000. Jadi rinciannya: tiket masuk = 2 dewasa = 2×10 ribu = Rp20 ribu. Biaya Parkir mobil = 1x 5 ribu = Rp5.000.

Nah, berdasarkan Perda Kabupaten Tabanan no. 22 th 2011, berikut adalah harga tiket masuk Tanah Lot Bali 2018

Wisatawan Dalam Negeri (domestik)
– Dewasa : Rp 10.000,-
– Anak-anak : Rp 7.500,-

Wisatawan Luar Negeri (asing)
– Dewasa : Rp 30.000,-
– Anak-anak : Rp 15.000,-

Biaya Parkir Kendaraan
– Sepeda Motor : Rp 2.000,-
– Mobil : Rp 5.000,-
– Bus : Rp 10.000,-

Penting
* Ketika sudah parkir kendaraan, jangan lupa selalu membawa tiket masuk yang didapat sebelumnya. Karena saat memasuki area pintu masuk objek wisata Tanah Lot, akan ada “Checking Ticket Station” – tempat pengecekan ticket.

Sekilas Pura Tanah Lot

Objek wisata yang jadi andalan disini adalah Pura Tanah Lot. Berada di desa Beraban, Kediri – Tabanan, tempat ini adalah salah satu Sad Kahyangan Jagad di Bali. Sejarah Pura Tanah Lot Bali berdasarkan legenda, dikisahkan pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari pulau Jawa ke pulau Bali.

Pada saat itu yang berkuasa di pulau Bali adalah Raja Dalem Waturenggong. Beliau sangat menyambut baik dengan kedatangan dari Dang Hyang Nirartha dalam menjalankan misinya, sehingga penyebaran agama Hindu berhasil sampai ke pelosok – pelosok desa yang ada di pulau Bali.

Dalam sejarah Tanah Lot, dikisahkan Dang Hyang Nirartha, melihat sinar suci dari arah laut selatan Bali, maka Dang Hyang Nirartha mencari lokasi dari sinar tersebut dan tibalah beliau di sebuah pantai di desa yang bernama desa Beraban Tabanan.

Pada saat itu desa Beraban dipimpin oleh Bendesa Beraban Sakti, yang sangat menentang ajaran dari Dang Hyang Nirartha dalam menyebarkan agama Hindu. Bendesa Beraban Sakti, menganut aliran monotheisme.

Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi diatas batu karang yang menyerupai bentuk burung beo yang pada awalnya berada di daratan.

Dengan berbagai cara Bendesa Beraban ingin mengusir keberadaan Dang Hyang Nirartha dari tempat meditasinya.

Menurut sejarah Tanah Lot berdasarkan legenda Dang Hyang Nirartha memindahkan batu karang (tempat bermeditasinya) ke tengah pantai dengan kekuatan spiritual. Batu karang tersebut diberi nama Tanah Lot yang artinya batukarang yang berada di tengah lautan.

Semenjak peristiwa itu Bendesa Beraban Sakti mengakui kesaktian yang dimiliki Dang Hyang Nirartha dengan menjadi pengikutnya untuk memeluk agama Hindu bersama dengan seluruh penduduk setempat.

Dikisahkan di sejarah Tanah Lot, sebelum meninggalkan desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberikan sebuah keris kepada bendesa Beraban. Keris tersebut memiliki kekuatan untuk menghilangkan segala penyakit yang menyerang tanaman.

Keris tersebut disimpan di Puri Kediri dan dibuatkan upacara keagamaan di Pura Tanah Lot setiap enam bulan sekali. Semenjak hal ini rutin dilakukan oleh penduduk desa Beraban, kesejahteraan penduduk sangat meningkat pesat dengan hasil panen pertanian yang melimpah dan mereka hidup dengan saling menghormati.

Lokasi Pura Tanah Lot

 

 

 

Sumber: https://balipedia.id/harga-tiket-masuk-tanah-lot-bali/

 

×

Hallo!

Mau liburan ke Lampung ? Anda berada di situs yang tepat.

× Butuh bantuan ? WhatsApp aja.
%d blogger menyukai ini: